Akhirnya, Setelah Sekian Lama Bertahan, Google+ Tumbang!

Rabu, April 03, 2019
Per 2 april kemarin, google secara resmi mulai menghapus semua akun pengguna platform media sosial Google+ nya yang secara otomatis ini mengakhiri persaingannya dengan media sosial populer lainnya semisal Facebook dan twitter. “Shutdown sedang berlangsung pada pagi ini”,  begitu menurut juru bicara Google yang dikutip dari laman theverge.com.

“The shutdown is underway as of this morning”
 -Google-

Google+ akhirnya dihapus karena memang minat pengguna yang sangat kecil sehingga dianggap membebani Google sendiri.

Selain itu, diakui google sendiri bahwa pada Google+ terdapat 2 kelemahan yang bisa dimanfaatkan oleh pihak lain. Hal inilah yang mendorong dipercepatnya penutupan Google+ yang rencananya akan mulai di tutup di bulan Agustus mendatang.

Walaupun terdapat 2 celah pada Google+, namun pihak Google mengklaim sampai saat ini belum ada bukti pihak lain mengetahui ada bug atau memanfaatkannya.


Google juga mengakui jika Google+ telah gagal memenuhi harapan perusahaan untuk meningkatkan jumlah pengguna dan menjadikannya media sosial mainstream.

“Walaupun tim teknik kami telah berusaha dengan penuh dedikasi untuk membangun Google+ selama bertahun-tahun, namun belum bisa menarik pengguna ataupun pengembang secara luas. Juga terlihat penggunaan yang terbatas terhadap aplikasi ini”. Tulis Ben Smith Google pada bulan oktober lalu.

Ben juga mengungkapkan statistik penggunaan yang sangat kecil, yaitu 90% pengguna hanya menggunakan Google+ kurang dari 5 detik per sesi nya.

“While our engineering teams have put a lot of effort and dedication into building Google+ over the years, it has not achieved broad consumer or developer adoption, and has seen limited user interaction with apps,” 
-Google’s Ben Smith wrote in October.-

Walaupun Google+ tidak pernah punya kesempatan untuk bersaing dengan Facebook, namun platform ini sempat menjadi rumah bagi komunitas kecil pengguna setia selama bertahun-tahun. Pengguna memanfaatkannya untuk berdiskusi sesuai dengan topiknya dengan bantuan fasilitas circle nya. Dengan fasilitas ini pengguna dapat membatasi siapa saja yang diizinkan masuk ke dalam lingkaran sehingga diskusi bisa lebih terfokus dan mengurangi perdebatan yang tidak diperlukan. Dikutip dari tulisan Jillian D’onfro, cnbc.com.

Jika melihat ke belakang, strategi Google untuk menarik pengguna terlihat kurang menguntungkan. Banyak kebijakan yang terkesan memaksa pengguna seperti misalnya untuk dapat berkomentar di platform lain seperti youtube pengguna harus memiliki akun di media sosial ini.

Google+ bahkan terikat dengan pembuatan akun gmail, jadi setiap orang yang memiliki akun gmail, secara otomatis akan terdaftar sebagai pengguna Google+.

Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Mohon Maaf Jika Komentar Tidak Langsung Dijawab. Bijak Dalam Berkomentar. Komentar Spam akan kami hapus

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔